PARTAI AKP dan PASTAI PAS

PARTAI AKP

Setelah menelaah dengan kajian literatur pada penelitian ini, untuk kasus Turki dapat ditarik beberapa kesimpulan yang mengarah pada eksistensi Islam sebagai ideologi yang diinterpretasikan oleh pemeluknya berbentuk nilai-nilai moralitas dalam medium politik (Islam politik) modern. Oleh karena itu pilihan yang paling sesuai adalah mengakomodasi ideologi lainnya dalam bingkai inklusifitas karena hal tersebut juga merupakan semangat zaman yang terus berubah disamping pentingnya membangun relasi positif dengan medium demokrasi, atau mengutif istilahnya Ziauddin Sardar yang menghendaki agar syari’at secara substansial menjadi metologi pemecahan sekian banyak persoalan kehidupan, sehingga harus selalu akomodatif, ulasan mengenai hal itu dapat diurai menjadi beberapa kesimpulan di antaranya :

1. Secara garis besar Muslim Turki dapat dicitrakan sebagai masyarakat yang mengalami proses modernisasi dalam jangka waktu yang cukup panjang setidaknya pasca deklarasi Republikanisme 1924, sebuah proses bernegara yang memiliki proyeksi-proyeksi dan harapan besar untuk melahirkan generasi-generasi baru produk budaya Republik Turki yang dekat dengan kebudayaan Barat (Eropa), sebagaimana diimpikan pendiri Republik, Mustafa Kemal Attaturk. Akan 105 tetapi di tengah arus utama proses penciptaan manusia baru, dengan  langkah represif dan restriktif pemerintah dibantu militer dan alat negara lainnya yang bernaung di bawah undang-undang ditandai dengan pelarangan aktifitas bernuansa agama di ruang publik—untuk menyebut beberapa contoh seperti, para wanita dilarang untuk mengenakan jilbab di sekolah-sekolah, universitas-universitas dan di kantor-kantor pemerintah—secara massif dan terencana itu, tercipta komunitas-komunitas imajiner yang menentang proses represifitas dengan berbagai jalur, salah satunya adalah melalui jalur politik. Jalur inilah yang kemudian menjadi latar belakang berdirinya salah satu partai berbasis massa Islam Partai AKP.

2. Berdirinya Partai AKP juga merupakan proses dialektis antar partai politik yang sebenarnya memiliki akar yang sama, yakni membawa bendera Islam, namun karena beberapa tokoh atau petinggi partai memiliki pemikiran politik berbeda. Sehingga menyebabkan lahirnya faksi-faksi alternatif. Seperti partai AKP yang dari sudut pandang paradigma dan sikap politik jauh lebih akomodatif jika dibandingkan dengan partai lain atau partai pendahulunya, semisal partai Refah, yang cenderung vulgar dalam menciptakan ketegangan dengan

3. kelompok lain (kalangKane mseeknualnegr)a. n Partai AKP dalam skala luas dalam dua kali pemilu sejak pertama kali berdiri tahun 2001 tidak terlepas darikondisi yang ada di Turki. Kegagalan pemerintah sebelumnya yang tidak mampu membawa perubahan berarti dalam pemerintahan, disamping citra negatif dengan mentalitas koruptif para pejabatnya, yang kemudian benar106 benar ambruk secara pencitraan karena krisis yang melanda Turki pada tahun 2001. Partai AKP lantas memanfaatkan momentum itu untuk melakukan manuver politik secara elegan dengan menawarkan programprogram masa depan, seperti upaya keras untuk bergabung dengan Uni Eropa, meyakinkan rakyat Turki dengan paradigma moderat dalam sikap politik. Hal semacam itu sangat membantu dalam mendongkrak citra positif AKP di mata publik Turki, baik kalangan Islamis maupun sekuler.

4. Partai AKP sendiri dapat direpresentasikan sebagai salah satu partai politik dengan akar keislaman yang memiliki atau memilih cara sendiri untuk mengeluarkan muslim Turki dari masalah (tekanan negara dalam menjalankan keyakinan) di negeri itu. Partai AKP yakin akan tujuan mereka untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman moderat dengan menggunakan medium modern, yakni demokrasi. Bagi mereka (AKP) Islam sebagai keyakinan adalah suatu keniscayaan, namun untuk menjalankan keyakinan itu secara nyaman dan tanpa tekanan dituntut pula untuk bernegosiasi dengan iklim politik yang berkembang, oleh karena itu mereka menganggap demokrasi sebagai rel dan infrastruktur politik modern juga tidak kalah pentingya.

5. AKP dalam kiprah politiknya berhasil meyakinkan masyarakat internasional akan komitmennya membangun Turki secara moderat tanpa mengedepankan Islam formalis, terbukti dengan minimnya gejolak dalam wacana masyarakat internasional mengenai relasi Islam- Barat (sebab saat partai Refah menang dalam pemilu, negara-negara Barat 107 terutama Eropa dan Amerika Serikat memasang sinyal kecurigaan bahkan mencoba membangun skenario untuk segera menurukan pemenang pemilu itu secara paksa, mengenai kudeta militer atas kekuasaan partai Refah tahun 1995 hanyalah skenario kecil) pasca kemenangan AKP dalam berbagai pemilihan, baik pada ajang pilkada maupun pemilihan umum.

6. AKP bisa dilihat sebagai partai dengan akar keislaman yang sangat menjunjungtinggi aspek kebangsaan. Karena bagaimanapun juga mereka adalah anak bangsa Turki yang dituntut untuk

mempertahankan identitas nasionalisme mereka berbaur dengan identitas nasionalisme bangsa lain. Mereka mencoba mengkombinasikan antara artikulasi dan substansi nilai-nilai Islam dalam masyarakat Turki yang sedang menuju ke arah masyarakat Eropa (Eropanisasi) lebih tepatnya

menjadi bagian dari masyarakat Uni Eropa, baik secara kultur maupun struktur (infrastruktur) kenegaraan.

 

PASTAI PAS

Dari pemaparan dan analisis tentang PAS dan cita-cita Negara Islam Malaysia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Konsep Negara Islam Malaysia menurut PAS tidak jauh berbeda dengan konsep Negara Islam yang selalu menjadi perdebatan, dasar utama Negara Islam perspektif PAS ialah al-Qur‟an dan as-Sunnah serta mengakui produk hukum yang dihasilkan dari al-Qur‟an dan as-Sunnah seperti ijma‟ dan kiyas. Tujuan yang dicapai dari Negara Islam PAS ialah untuk menjamin kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kesetaraan, pemerintahan yang bersih serta menjamin kebebasan bagi non-Muslim, pemerintahannya dipimpin oleh pemimpin yang takwa kepada Allah dan segala kebijakannya berdasarkan Syariah Islam, dan yang menjadi poin penting adalah bahwa dalam rangka mewujudkan hal tersebut (Negara Islam), PAS memilih dengan cara terlibat dalam pemilihan umum, hal ini sebagai wujud dari pola kepemimpinan PAS yang ditempuh melalui jalur pemilihan langsung tidak dengan cara penunjukan, keturunan maupun revolusi seperti halnya di Iran.

105

2. Perjuangan PAS dalam mewujudkan Negara Islam Malaysia sampai saat ini masih di ambang pintu. Di mana Malaysia walaupun sebagai Negara yang menganut sistem kerajaan, Masyarakat mayoritas beragama Islam dan Islam menjadi agama resmi Negara namun pada kenyataannya Malaysia adalah Negara pluralis yang terpengaruh oleh sekularisme dan modernisme. sehingga PAS mengalami kesulitan dalam mewujudkan Negara Islam terlebih PAS belum pernah menguasai sebanyak 2/3% kursi dalam parlemen. Keberadaan tersebut diperparah lagi oleh lawan politiknya (BN) yang memiliki kekuatan dalam berbagai aspek seperti penguasaan dalam parlemen, tatanan eksekutif, yudikatif dan media, sehingga PAS selalu mendapat tekanan dan black campaign. Selain itu ideologi PAS belum dapat di terima oleh kebanyakan Masyarakat Malaysia terutama bagi non-Muslim dan non-Melayu, Masyarakat non-Muslim dan non-Melayu masih menganggap ekstrem terhadap penerapan Syariah Islam, penerapan tersebut takut dipaksakan PAS terhadap seluruh Masyarakat Melayu terutama non-Muslim.