PERJALANAN KASUS ARIL SAMPAI DIVONISNYA

Kamis, 6 Januari 2011

[BANDUNG] Jaksa Penuntut Umum Rusmanto menuntut terdakwa pelaku dan peredaran video porno Nazriel Irham alias Ariel ‘Peterpan’ dengan lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider kurungan 3 bulan. “Dakwaan yang terbukti hanya satu, melanggar pasal 29 juncto pasal 44 Undang-undang no 44 tahun 2008 tentang pornografi,” ujar dia seusai persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (6/1).Usai membacakan berkas  tuntutan setebal 73 halaman, Rusmanto menyatakan ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa. “Terdakwa dalam sidang terbukti sebagai pelaku pemeran video asusila yang tersebar melalui internet,” ujar Rusmanto.Menanggapi tuntutan tersebut kuasa hukum Ariel OC Kaligis menyatakan sudah mempersiapkan pembelaannya. “Kita bacakan pada sidang berikutnya,” ujar dia.Persidangan selanjutnya akan digelar Kamis (13/1) pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasehat hukum terdakwa.

Senin, 31 Januari  2011

[BANDUNG] Kekasih vokalis grup musik Peterpan Nazriel Irham atau Ariel Peterpan Luna Maya langsung lemas mendengar majelis hakim memvonis teman mainnya dalam video parno itu dengan hukuman tiga tahun enam bulan penjara di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (31/1).Begitu majelis hakim yang diketuai Singgih Budi Prakoso membacakan putusan, Luna Maya yang juga hadir di persidangan itu bersama dengan artis Camelia Malik, Titiek Puspa, dan Achmad Albar langsung menangis. Luna langsung menjatuhkan kepalanya ke pangkuan Camelia Malik yang duduk di sampingnya.Ketua Majelis Hakim Singgih Budi Prakoso membacakan vonis tersebut dalam sidang yang diselenggarakan secara terbuka di hadapan sekitar 300 pengunjung yang memadati ruang sidang. “Ariel Peterpan terbukti secara sah melakukan tindak pidana memberikan kesempatan pada orang lain untuk menyebarkan pornografi,” kata Singgih dalam persidangan.Pada persidangan yang dimulai sejak pukul Sembilan pagi itu, Singgih yang didampingi dua hakim anggota masing-masing Agus Suwargi dan Sahrul Mahmud menyatakan Ariel juga telah terbukti membuat dan menyediakan materi pornografi dalam kasus tersebut. Atas perbuatannya itu, hakim juga menghukum terdakwa dengan denda Rp 250 juta. “Jika tidak dibayar, (diganti) pidana kurungan selama-lamanya tiga bulan dan membebankan biaya perkara pada terdakwa sebesar lima ribu rupiah,” tambah dia.Vonis majelis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta terdakwa dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Singgih B Prakoso dalam amar putusannya menyebut, Ariel divonis berdasarkan pasal 29 Undang-Undang tentang Pornografi. Dalam dakwaan Ariel tak hanya dijerat Undang-Undang tentang Pornografi, tetapi juga pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 56 ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ketiga, pasal 282 ayat (1) jo pasal 56 ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Terkait putusan itu, kuasa hukum Ariel, Alfrian Bondjol menyatakan akan melakukan langkah hukum banding. “Selama sidang tidak terbukti keterlibatan Ariel dalam penyebaran video porno.” Sementara itu, jaksa penuntut umum Rusmanto menyatakan pihaknya cukup puas dengan keputusan hakim. “Semua dakwaan diakomodir oleh majelis hakim,” ujar dia.

Rabu, 9 Februari 2011

[JAKARTA] Terpidana pelaku dan penyebar video porno Nazriel Irham alis Ariel Peterpan seharusnya tidak dihukum seorang diri. Pelaku-pelaku lain dalam video porno itu harus dihukum juga.
Demikian hasil poling Suarapembaruan.com selama satu minggu sejak Rabu (2/2) hingga Rabu (9/2). Pada periode itu, jumlah responden yang terlibat dalam poling itu berjumlah 851.
Ditanyakan, Ariel Peterpan divonis 3 tahun 6 bulan penjara. Bagaimana menurut Anda vonis hakim PN Bandung ini? Dari 851 responden, hanya 4 persen yang menjawab, hukuman itu setimpal. Sebanyak 21 persen responden mengatakan hukuman terhadap Ariel itu masih kurang.
Sementara mayoritas responden (42 persen) mengatakan, semestinya Ariel tidak dihukum sendirian. Sebanyak 16 persen responden mengaku sedih atas hukuman Ariel ini. Pasalnya grup band Peterpan kehilangan vokalisnya. Sementara 17 persen responden berpendapat, seharusnya yang ikut dihukum juga mereka yang menonton video porno Ariel-Luna Maya dan Ariel Cut.

Pendapat Saya :

Putusan kasus video porno dengan terdakwa Nazril Irham atau Ariel telah dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (31/1/2011). Aril divonis 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 250 juta.“Menyadarkan pada hukum yang berlaku, menyatakan terdakwa Nazriel Irham atau Ariel telah terbukti bersalah. Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan, dan denda Rp 250 juta,” ujar Ketua majelis Hakim Singgih Budi Prakoso saat membacakan putusannya.

Sebelumnya, Ariel dituntut 5 tahun penjara dengan tuduhan turut membantu penyebaran video pornonya yang diduga dilakukan bersama Luna Maya dan Cut Tari. Aril didakwa dengan pasal 29 UU no. 4 tahun 2008 tentang pornografi jo pasal 56 KUHP.“Sebenarnya majelis memberikan kesempatan untuk terdakwa menangkal, bukan hanya penyangkalan, tapi pembuktian bahwa keterangan ahli tidak benar. Hal yang memberatkan, sebagai publik figur terdakwa harusnya menyadari tindakannya ditiru oleh penggemarnya. Yang meringankan, terdakwa belum pernah tersangkut kasus hukum dan masih muda”.Dalam sidang tersebut terungkap pada pertengahan 2006 Ariel menyuruh Reza Rizaldy alias Redjoy untuk mengedit lagu dengan menyerahkan hard disc eksternal miliknya. Ketika di dalam hard disc terdapat adegan video bergerak yang memperlihatkan adegan pribadi milik Ariel, Redjoy sempat mengingatkan bahwa ada adegan video bergerak yang memperlihatkan adegan pribadi milik Ariel. Tapi hal itu tidak ditanggapi serius oleh Ariel,seperti kesaksian Redjoy yang dibacakan oleh Majelis Hakim dalam sidang vonis itu.Majelis menilai tindakan Ariel ceroboh dan memberi waktu dan keleluasaan kepada orang lain untuk mengkopi video itu. Hal yang memberatkan, kata majelis, sebagai publik figur, tak dapat memberi contoh yang baik. Ariel juga dinilai memberi bantahan tanpa bukti yang benar.

Pada kelanjutan penyidik Bareskrim Polri baru akan melanjutkan pemberkasan penyidikan kasus video porno untuk tersangka Luna Maya dan Cut Tari jika perkara vokalis Peterpan, Nazriel “Ariel” Ilham memiliki putusan dengan kekuatan hukum tetap atau incraht. Kepolisian mengambil posisi bahwa perkara pokok kasus video porno ini adalah perkara Ariel. Sedangkan, Luna Maya dan Cut Tari adalah perkara yang menyertakannya.  “Karena terkait salah satu persyaratan P-19 itu, dinyatakan oleh perkara pokoknya,” kata Kepala Biro Penerangan Umum Div Humas Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Sebagaimana diberitakan, bahwa majelis hakim PN Bandung memvonis Ariel dengan hukuman pidana 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 250 juta. Ariel dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana, memberikan kesempatan pada orang lain untuk menyebarkan pornografi dan membuat serta menyediakan pornografi. Sebenarnya, Mabes Polri telah menetapkan Luna Maya dan Cut Tari sebagai tersangka pemeran adegan porno bersama Ariel sejak 9 Juli 2010, lalu. Sejauh belum ada putusan yang incraht untuk perkara Ariel, kepolisian hanya bisa menunggu. Apalagi, pihak Ariel melakukan banding ke pengadilan tinggi atas vonis di PN Bandung. Seorang yang divonis di pengadilan negeri mendapat kesempatan untuk mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Perlu waktu agar perkara itu diteliti, disidang hingga akhirnya diputus oleh pengadilan tinggi. Kalaupun banding tersebut ditolak oleh pengadilan tinggi, dia masih bisa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Tentu membutuhkan waktu hingga akhirnya diputus. Artinya, Luna Maya dan Cut Tari memiliki banyak waktu tak ditahan sebelum kasusnya diproses lebih lanjut oleh penyidik kepolisian.
Meski telah menyandang status tersangka, kepolisian membebaskan keduanya menghirup udara bebas alias tidak ditahan. Dan baru Cut Tari yang mengakui dirinya menjadi salah seorang pemain di video porno tersebut. Alasan kedua artis cantik itu tidak ditahan, karena dianggap kooperatif untuk proses penyidikan kepolisian.

Sejauh ini 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka yang diduga terlibat video memalukan tersebut. Mereka di antaranya, Reza Rizaldy alias Redjoy alias RJ, Anggit Gagah Pratama (sepupu Redjoy), Iyus, Bekti, Dicky Permana, Rudi Febriyanto, dan Angga Eka Hanizar. Yoga menjelaskan, selain masih menunggu putusan yang incraht atas perkara Ariel, sejumlah tersangka lainnya juga tengah menjalani proses hukum. Redjoy yang didakwa sebagai pengedar video porno justru divonis pidana dua tahun penjara. Vonis yang diberikan kepada mantan editor musik grup band Peterpan itu, lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum empat tahun penjara. Selain hukuman pernjara, Redjoy juga dikenai denda Rp 250 juta subsider tiga bulan penjara. Yoga menjelaskan, selain masih menunggu putusan yang incraht atas perkara Ariel, sejumlah tersangka lainnya juga tengah menjalani proses hukum. “Ada yang sudah P-21 (berkas lengkap), yang sudah vonis Ariel dan Redjoy divonis 2 tahun. Iyus dan Bekti masih proses sidang. Dan yang lain masih dalam proses melengkapi (berkas),” papar jenderal bintang satu itu.

Disusun Oleh :

Nama                       : Arrie Marrioza

Jurusan/Matakuliah : JS B / Kriminologi